Tampilkan postingan dengan label Tugas kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas kampus. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 September 2011

SQL : Konsep Himpunan pada SQL

Sebelum membahas konsep himpunan di SQL, maka ijinkan saya membagi struktur tabel dan datanya dahulu. Mari menganggap saya mempunyai dua table dengan struktur dan data seperti di bawah ini :
Struktur Table A :
tableA SQL : Konsep Himpunan pada SQL
Struktur TableB :
tableA SQL : Konsep Himpunan pada SQL
Data TableA :
Data tableA SQL : Konsep Himpunan pada SQL
Data TableB :
Data tableB SQL : Konsep Himpunan pada SQL
  1. Inner Join
Konsep inner join sendiri sebenarnya hanya mendapatkan data yang menjadi irisan dari dua buah table.

Konsep Data Himpunan

Konsep Himpunan Dalam SQL

Kekuatan dari perintah SELECT dalam bahasa SQL terletak pada kemudahan metodenya dalam membentuk suatu relasi data dari 2 (dua) tabel atau lebih. Ada 3 ( tiga ) perintah utama dalam merelasikan data tersebut, yaitu ;
INNER JOIN, LEFT JOIN, dan RIGHT JOIN. Tapi yang paling sering dipakai adalah INNER JOIN.
Baiklah disini saya coba untuk menerangkan dengan metode konsep himpunan dalam menerangkan relasi data ini.
1. Pemakaian INNER JOIN
Seandainya kita mempunyai 2 ( dua ) himpunan :
A = {’1001′, ’1002′, ’1003′, ’1004′, ’1005′}
B = {’1002′, ’1004′, ’1006′, ’1007′}
Maka anggota A dan B adalah C = {’1002′, ’1004′}
Dalam bentuk gambar terlihat seperti dibawah ini:

Jadi C merupakan irisan dari himpunan A dan B
Dan bentuk perintah SQL menjadi
SELECT* FROM A INNER JOIN B ON A.KODE = B.KODE
Jadi A dan B dihubungan dengan field yang bernama KODE dimana isi dari kode tersebut merupakan anggota dari suatu himpunan.

Konsep database Relasional

RELATIONAL DATABASE
Pengertian Relational Database

Terdapat beberapa cara untuk menangani atau memodelkan data diantaranya adalah:

1. Model Hirarkis / Model Pohon
2. Model Jaringan
3. Model Relasional

Diantara tiga model tersebut model Relasional adalah yang paling sering dipakai. Model Relasional merupakan model yang paling sederhana sehingga mudah digunakan dan dipahami oleh pengguna, serta merupakan model yang paling populer saat ini. Model ini menggunakan sekumpulan tabel berdimensi dua ( yang disebut relasi atau tabel ), dengan masing-masing relasi tersusun atas tupel atau baris dan atribut.

Rabu, 14 September 2011

Cara Penggambaran Diagram Use Case

Cara Penggambaran Diagram Use Case

Diagram Use Case adalah diagram yang menunjukkan fungsionalitas suatu sistem atau kelas dan bagaimana sistem tersebut berinteraksi dengan dunia luar dan menjelaskan sistem secara fungsional yang terlihat user. Biasanya dibuat pada awal pengembangan. Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”. Sebuah use case merepresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem. Use case merupakan sebuah pekerjaan tertentu, misalnya login ke sistem, meng-create sebuah daftar belanja, dan sebagainya. Seorang/sebuah aktor adalah sebuah entitas manusia atau mesin yang berinteraksi dengan system untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu. Use case diagram dapat sangat membantu bila kita sedang menyusun requirement sebuah sistem, mengkomunikasikan rancangan dengan klien, dan merancang test case untuk semua feature yang ada pada sistem. Sebuah use case dapat meng-include fungsionalitas use case lain sebagai bagian dari proses dalam dirinya. Secara umum diasumsikan bahwa use case yang di-include akan dipanggil setiap kali use case yang meng-include dieksekusi secara normal. Sebuah use case dapat di-include oleh lebih dari satu use case lain, sehingga duplikasi fungsionalitas dapat dihindari dengan cara menarik keluar fungsionalitas yang common. Sebuah use case juga dapat meng-extend use case lain dengan behaviour-nya sendiri. Sementara hubungan generalisasi antar use case menunjukkan bahwa use case yang satu merupakan spesialisasi dari yang lain.
Use case diagram adalah gambaran graphical dari beberapa atau semua actor, use case, dan interaksi diantara komponen-komponen tersebut yang memperkenalkan suatu sistem yang akan dibangun. Use case diagram menjelaskan manfaat suatu sistem jika dilihat menurut pandangan orang yang berada di luar sistem. Diagram ini menunjukkan fungsionalitas suatu sistem atau kelas dan bagaimana sistem tersebut berinteraksi dengan dunia luar.
Use case diagram dapat digunakan selama proses analisis untuk menangkap requirements sistem dan untuk memahami bagaimana sistem seharusnya bekerja. Selama tahap desain, use case diagram berperan untuk menetapkan perilaku (behavior) sistem saat diimplementasikan. Dalam sebuah model mungkin terdapat satu atau beberapa use case diagram. Kebutuhan atau requirements sistem adalah fungsionalitas apa yang harus disediakan oleh sistem kemudian didokumentasikan pada model use case yang menggambarkan fungsi sistem yang diharapkan (use case), dan yang mengelilinginya (actor), serta hubungan antara actor dengan use case (use case diagram) itu sendiri.
Notasi Gambar Yang Diapakai Use Case
  1. Actor
    Seorang / sebuah aktor adalah sebuah entitas manusia atau mesin yang berinteraksi dengan sistem untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu.
    Actor
  2. Case
    Menggambarkan deskripsi yang melibatkan actor.
    Case
    Contoh Case - Actor:
    Contoh Case - Actor
  3. Extend
    Relasi yang digunakan jika use case yang satu mirip dengan use case yang lain.
  4. Include
    Relasi jika terdapat perilaku yang mirip dengan beberapa use case.
Cara Menemukan Use Case
  • Pola perilaku perangkat lunak aplikasi.
  • Gambaran tugas dari sebuah actor.
  • Sistem atau “benda” yang memberikan sesuatu yang bernilai kepada actor.
  • Apa yang dikerjakan oleh suatu perangkat lunak (bukan bagaimana cara mengerjakannya).
Komponen Pembentuk Use Case
Actor
Pada dasarnya actor bukanlah bagian dari use case diagram, namun untuk dapat terciptanya suatu use case diagram diperlukan beberapa actor. Actor tersebut mempresentasikan seseorang atau sesuatu (seperti perangkat, sistem lain) yang berinteraksi dengan sistem. Sebuah actor mungkin hanya memberikan informasi inputan pada sistem, hanya menerima informasi dari sistem atau keduanya menerima, dan memberi informasi pada sistem. Actor hanya berinteraksi dengan use case, tetapi tidak memiliki kontrol atas use case. Actor digambarkan dengan stick man. Actor dapat digambarkan secara secara umum atau spesifik, dimana untuk membedakannya kita dapat menggunakan relationship.
Contoh:
Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan actor tersebut terkait dengan sistem, antara lain:
  • Yang berkepentingan terhadap sistem dimana adanya arus informasi, baik yang diterimanya maupun yang dia inputkan ke sistem.
  • Orang ataupun pihak yang akan mengelola sistem tersebut.
  • External resource yang digunakan oleh sistem.
  • Sistem lain yang berinteraksi dengan sistem yang akan dibuat.
Use Case
Use case adalah gambaran fungsionalitas dari suatu sistem, sehingga customer atau pengguna sistem paham dan mengerti mengenai kegunaan sistem yang akan dibangun.
Catatan : Use case diagram adalah penggambaran sistem dari sudut pandang pengguna sistem tersebut (user), sehingga pembuatan use case lebih dititikberatkan pada fungsionalitas yang ada pada sistem, bukan berdasarkan alur atau urutan kejadian.
Cara menentukan Use Case dalam suatu sistem:
  • Pola perilaku peringkat lunak aplikasi
  • Gambaran tugas dari sebuah actor
  • Sistem atau “benda” yang memberikan sesuatu yang bernilai kepada actor
  • Apa yang dikerjakan oleh suatu perangkat lunak (bukan bagaimana cara mengerjakannya)
Relasi dalam Use Case
Ada beberapa relasi yang terdapat pada use case diagram:
  1. Association, menghubungkan link antar element.
  2. Generalization, disebut juga inheritance (pewarisan), sebuah elemen dapat merupakan spesialisasi dari elemen lainnya.
  3. Dependency, sebuah element bergantung dalam beberapa cara ke element lainnya.
  4. Aggregation, bentuk assosiation dimana sebuah elemen berisi elemen lainnya.
Tipe relasi / stereotype yang mungkin terjadi pada Use Case diagram:
  1. <<include>>, yaitu kelakuan yang harus terpenuhi agar sebuah event dapat terjadi, dimana pada kondisi ini sebuah use case adalah bagian dari use case lainnya.
  2. <<extends>>, kelakuan yang hanya berjalan di bawah kondisi tertentu seperti menggerakkan alarm.
  3. <<communicates>>, mungkin ditambahkan untuk asosiasi yang menunjukkan asosiasinya adalah communicates association . Ini merupakan pilihan selama asosiasi hanya tipe relationship yang dibolehkan antara actor dan use case.
Contoh Use Case Diagram
Contoh Use Case Diagram
Use Case Specification
  • Nama
  • Deskripsi Singkat
  • Aliran event (flow of event)
  • Relationship
  • Activity Diagram
  • Kebutuhan khusus (special requirement)
  • Pre-Condition
  • Post-Condition
Use Case Specification

Use Case Specification Table
Activity Diagram
Aliran Event Use Case
  • Memiliki sebuah flow normal dan dasar
  • Beberapa flow alternatif
    • Regular variant
    • Kasus-kasus ganjil
    • Exceptional flows, penanganan error
      Aliran Event Use Case
  • Scenario adalah sebuah instance dari sebuah use case
    Aliran Event Use Case
  • Activity diagram didalam model use case dapat digunakan untuk meng-capture aktifitas-aktifitas dalam sebuah use case
  • Sebenarnya merupakan flowchart, yang menunjukkan aliran kontrol activity ke activity

Tugas SQL

tugas kelompok tentang...prosedur ilustrasi microsoft SQL server...

mun personal ma...rangkuman tentang komponen data base,tabel,index,view,store prosedur,tengger..